EdukasiLifestyle

Tips Ajari Anak Kelola Angpau Lebaran

TopCareer.id – Di momen lebaran, anak-anak biasanya mendapatkan angpau atau “THR.” Penting bagi orang tua untuk mengajari mereka mengelola uang tersebut supaya tidak cepat habis atau boros.

Fatkur Huda, dosen ekonomi syariah Universitas Muhammadiyah Surabaya (Umsura) mengatakan, ada beberapa tips yang dapat dilakukan orang tua untuk mengajari anak agar bijak mengelola angpau lebaran.

Pertama, berikan anak pemahaman tentang kebutuhan dan keinginan. Ini berguna untuk membantu mereka mengelola angpau sesuai kebutuhan prioritas.

“Cara ini sudah dapat diajarkan kepada anak kita yang memasuki usia 4-6 tahun,” kata Fatkur, dikutip dari laman resmi Umsura, Kamis (26/3/2026).

Di usia itu, anak sudah dapat diajak berdiskusi tentang apa yang harus dibeli sebagai kebutuhan atau cuma keinginan semata. Beri contoh tentang alokasi untuk kebutuhan sekolah yang sifatnya menunjang pembelajaran.

Kedua, ajarkan anak mengelola keuangan dengan cara yang produktif. Mendapat uang angpau dapat memicu anak semakin konsumtif, karena uang yang didapat dianggap sebagai sebuah bonus.

Baca Juga: Kumpul Keluarga Lebaran Malah Bikin Stres, Ini Tips dari Psikolog

Bagi anak usia sekolah dasar atau 7-12 dapat diarahkan untuk belajar produktif dalam mengelola keuangan. Hal ini agar uang yang diterima tidak habis dalam waktu sekejap.

Menurut Fatkur, pada usia ini, anak sudah bisa diarahkan untuk membelanjakan uangnya ke arah yang produktif seperti menabung atau investasi jangka pendek. Orang tua juga dapat mengajak anak belajar wirausaha.

Di usia ini, orang tua harus mendampingi anak untuk menentukan tujuan investasi atau usaha yang dilakukan, supaya nantinya dapat membuat evaluasi.

Ketiga, ajarkan anak belanja dengan bijak. Di usia sekolah menengah pertama (13-15 tahun) dibutuhkan pendekatan yang lebih dewasa. Anak sudah memiliki pilihan yang akan dilakukan dalam setiap belanja.

Namun, ingatkan lagi akan nilai kebutuhan dan keinginan, untuk kemudian memberikannya kebebasan untuk mengelola uangnya dengan bijak.

Baca Juga: Mudik Bersama Anak, Lakukan Ini Biar Lancar di Perjalanan

Fatkur menegaskan bahwa penting untuk menambah pengetahuan tentang cara kerja uang, tidak hanya sebagai alat tukar, tetapi juga sebagai sarana investasi jangka panjang.

Salah satunya melalui investasi dana pendidikan, seperti dengan membuka rekening atas nama sendiri atau berinvestasi dalam bentuk emas.

Keempat, ajarkan kemandirian dalam mencari uang. Anak usia sekolah menengah atas (16–18 tahun) masih tergolong remaja, sehingga kebutuhan mereka umumnya masih jadi tanggung jawab orang tua.

Namun, sebagai bagian dari pembelajaran, anak perlu dikenalkan pada cara menghasilkan uang secara mandiri.

Pada usia ini, tujuannya bukan untuk memenuhi kebutuhan pribadi, melainkan untuk menumbuhkan pemahaman bahwa mencari uang memerlukan usaha dan tidak mudah.

“Sehingga dia bisa lebih berhemat dan berhati-hati dalam mengelola angpao lebaran yang didapatkan,” pungkas Fatkur.

Banner Loker

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button